Wednesday, December 14, 2022

Gandeng LPPM Unmer, BUMDesa Sutojayan Pakisaji Bakal Produksi Pakan Ikan Lele

Gandeng LPPM Unmer, BUMDesa Sutojayan Pakisaji Bakal Produksi Pakan Ikan Lele


PAKISAJI—Bak ungkapan sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Setelah pekan lalu dikabarkan masuk 10 besar Desa yang lolos menjadi nominator dalam Ajang Anugerah Desa Terbaik TIK Kabupaten Malang 2022, Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, seriusi pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), Selasa (13/12/2022) siang.


Kali ini bersama beberapa pihak yang saling mendukung, Pemdes Sutojayan menggelar rapat koordinasi untuk pengembangan BUMDesa.


Berlokasi di Balai Desa Sutojayan, rapat koordinasi dihadari perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Merdeka Malang (Unmer), Pemerintah Kecamatan Pakisaji, dan Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Pendamping Desa Kecamatan Pakisaji.



Melalui sambutan yang sekaligus menjadi pengantar dalam rapat koordinasi, Siti Rukhoyah, Kepala Desa (Kades) Sutojayan, menyampaikan, bahwa sebenarnya LPPM Unmer telah menjalin kerjasama yang baik dengan Pemdes Sutojayan.


“Termasuk budidaya ikan lele yang dikelola oleh Pemdes Sutojayan, tidak lain adalah hasil kerjasama dengan LPPM Unmer ini,” terangnya.


Namun, lanjut Kades Sutojayan itu, dalam perjalanan pengelolaan budidaya ikan lele ini, terdapat kendala yang cukup serius dan perlu dicarikan solusi. Yakni berkaitan dengan pakan ikan lele yang perlu disediakan lebih ekstra.


“Jika hanya mengandalkan dengan beli pakan ikan, tentu kurang ekonomis. Nah, disinilah terobosan kami dengan LPPM Unmer ini yang mencoba untuk memproduksi pakan ikan lele,” sambungnya.


Sementara itu, menurut Hari Budiyanto, Dosen Jurusan Arsitektur yang merupakan perwakilan dari LPPM Unmer, mengungkapkan akan bersinergi untuk saling berkontribusi yang terbaik.



“Selain menjadi penelitian dan pengabdian, kami juga ingin melakukan kemanfaatan bagi warga desa di Sutojayan ini,” ungkapnya.


Sisi lain, menurut Beauti Marawati, TPP PD Pakisaji, dengan didampingi Edy Wahyu Kurniawan, Korcam TPP Pakisaji, dan Yogi Haqiqi, mengungkapkan pentingnya kerjasama semacam ini.


“Selain bentuk tanggung jawab sebuah kampus dalam menjalankan pengabdian masyarakat, bagi desa sendiri, kerjasama semacam ini adalah bagian dari perwujudan pengembangan desa dengan konsep pentahelix atau multipihak yang saling mengisi,” terangnya.


Camat Pakisaji, Endah Sriyati, S.I.P., yang didampingi Rohmatillah Ilahi, Kasi Pemerintahan Kecamatan Pakisaji, berharap kerjasama semacam ini juga perlu ditularkan ke desa-desa lain yang berada di Pakisaji ini.


“Di Pakisaji ini terdapat 12 desa yang juga perlu sentuhan akademisi untuk pengembangan, gagasan, ide dan hal-hal lain yang saling mengisi. Kami harapkan dari LPPM Unmer ini juga bisa menjalin Kerjasama berkelanjutan dengan beberapa desa di Pakisaji ini,” harapnya.


Sebagai tambahan informasi, Kerjasama LPPM Unmer kali ini, merupakan kerjasama untuk kali ketiga dengan Pemdes Sutojayan. Sebelumnya, LPPM Unmer telah melakukan Kerjasama berupa budidaya hidroponik dan budidaya ikan lele. (roy)

Friday, December 9, 2022

Keren… Desa Permanu Panen Perdana Melon Premium, Ini Faktanya!

Keren… Desa Permanu Panen Perdana Melon Premium, Ini Faktanya!


PAKISAJI—Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, yang selama ini dikenal sebagai desa dengan aktifitas kebudayaan berupa Tari Topeng Malangan, kini telah menambah item sebagai desa penghasil melon premium.


Hal ini dapat dilihat dari aktifitas Petik Perdana Melon Premium yang merupakan realisasi Program Ketahanan Pangan Pemerintah Desa Permanu Tahun 2022, Jumat (09/12/2022) pagi.


Berlokasi di Green House Sindu Wongso yang tak jauh dari Balai Desa Permanu, Pemerintah Desa setempat bersama Pemerintah Kecamatan Pakisaji, memetik buah yang tergolong memiliki manfaat yang banyak ini.


Disela-sela obrolan saat memetik buah yang cukup segar untuk dikonsumsi di musim panas ini, Suparno, Kepala Desa Permanu, menjelaskan bahwa kegiatan petik perdana ini, sebagai instrumen penting untuk merealisasikan program ketahanan pangan.


“Hasil dari program ketahanan pangan yang berupa penanaman melon premium ini nantinya dapat dirasakan langsung oleh warga desa,” ujarnya.


Untuk sementara ini, lanjutnya, penanaman melon premium di atas lahan seluas 800 meter persegi ini, bisa menghasilkan 2 sampai 2,05 ton yang dirawat selama kurang lebih 80 hari.




“Namun, untuk petik perdana ini, hanya separuh lahan yang dipanen. Separuhnya lagi sekitar 40 hari ke depan baru bisa dipanen, dan saya berharap bisa menginspirasi bagi berbagai pihak,” sambungnya.


Sementara itu, Endah Sriyati, S.I.P., Camat Pakisaji, mengomentari bahwa Pemerintah Desa Permanu, bisa menjadi percontohan bagi desa lainnya untuk budidaya melon premium ini.


Apalagi, lanjutnya, selain Desa Permanu, Desa tetangga lainnya yang ada di Kecamatan Pakisaji ini, juga berproses untuk budidaya melon premium ini.


“Bisa jadi melon premium ini, menjadi salah satu ikon di Kecamatan Pakisaji ini sebagai penghasil melon premium,” terangnya.


Sisi lain, Edy Wahyu Kurniawan, Koordinator Tenaga Pendamping Profesional Pendamping Desa (TPP PD) Kecamatan Pakisaji, mengapresiasi kegiatan Petik Perdana melon premium ini.


“Ini adalah wujud atau realisasi yang bisa dipertanggung jawabkan oleh Pemerintah Desa Permanu tentang program ketahanan pangan di desa setempat,” ujarnya.


Untuk diketahui, pelaksanaan program ketahanan pangan ini merupakan perwujudan peraturan Presiden yang telah ditetapkan pada tahun 2021.


Melalui Peraturan Presiden (Perpres) 104 Tahun 2021, bahwa 20 persen dana desa (DD) digunakan untuk program ketahanan pangan hewani dan nabati. (roy)